SOGOK AKU, KAU KUTANGKAP



Artidjo Alkostar resmi mengakhiri kariernya. Setelah 18 tahun menjadi hakim agung, ia pensiun per 22 Mei 2018 dari Mahkamah Agung (MA). Setelah purnatugas itu , Artidjo akan kembali menjadi orang desa.

Sebelum menjadi hakim agung, Artidjo aktif sebagai dosen tetap Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan advokat. “Artedjo menjadi hakim agung dari tahun 2000, hingga ahirnya pensiun setelah berusia 70 tahun”.

Hakim yang dikenal ‘garang’ karena tidak memberikan ruang untuk para koruptor bebas dengan cepat itu berkelakar dan berusaha memancing tawa para jurnalis saat tatap muka sekaligus menyampaikan salam perpisahan di Media Centre MA, Jakarta, Jumat (25/5)

Saya berencana pulang kampung. Ya, kembali menjadi orang desa seperti sebelumnya. Di kampung saya juga berencana ingin memelihara kambing. Enggak muluk-muluk kok, hanya pulang kampung saja, ucap Artidjo.

Di MA akhir karier saya. Untuk kembali menjadi advokat sudah tidak lagi. Saya akan melepas semuanya. Kalau mengajar soal hukum mungkin masih dilakukan. Lebih banyak nanti fokus di bidang usaha saja dan kembali seperti dulu lagi, jelasnya.

Selama menjabat hakim agung, saya sudah menangani kurang lebih 19.708 berkas perkara. 18 tahun bertugas, tentunya sangat banyak kesan yang ditinggalkan dan banyak juga kekurangannya, manusia gak ada yang sempurna. “Saya berharap MA terus menjadi lebih baik, siapa nantinya yang menggantikan posisi saya, agar jauh lebih baik lagi, Saya percaya itu” pungkasnya. (AB)


Sumber: MI
Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA