MENJAGA SILATURAHMI



SIBUK, seringkali menjadi alasan kenapa jarang bahkan nyaris tidak pernah berkunjung pada sanak keluarga atau kerabat lainnya. Padahal dengan saling berkunjung, saling menyapa akan mengharmoniskan hubungan kekeluargaan maupun persaudaraan dalam ikatan silaturahmi.

“Dan, bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya untuk kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Q.S. An-Nisaa: 1).

Silaturahmi adalah kekuatan yang amat dashat dalam menjaga hubungan kekeluargaan, persaudaraan maupun dalam hidup berdampingan di tengah mayarakat. Dalam Islam mengajarkan bahwa sesama muslim harus bersatu, tidak boleh bercerai-berai, bertengkar apalagi bermusuhan, karena sesama muslim adalah saudara.

Tidak hanya sesama muslim, kepada penganut agama lainpun dianjurkan untuk tetap menjalin silaturahmi. “Dengan menjaga silaturahmi, keharmonisan hubungan antar keluarga maupun hidup ditengah masyarakat akan terjaga, nyaman dan tentram”.

Tidak sedikit orang yang memutuskan silaturahmi hanya karena permasalahan spele atau permasalahan kecil yang sejatinya jika bersabar dan menahan diri bisa diselesaikan dengan damai. Berbeda pandangan atau pilihan itu sah-sah saja, asal hubungi silaturahmi tetap terjaga. “Jangan sampai hanya karena sedikit perbedaan, menimbulkanperpecahan hingga memutuskan ikatan silaturahmi, Nauzubillah min zallik”.

Rasulullah bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Muslim).
Semoga bermanfaat. (AB).
Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA