MERANGKAI CERITA DISANGGAR RIMPU



Menulis cerita adalah bagian dari hobi, namun hobi itu jualah yang menyeretnya dalam mimpi ingin menjadi sutradara. Anggap saja mimpi, karena Ia sadar untuk mewujudkan impian itu perlu biaya besar. Tak ingin terus terbelenggu dengan biaya, Akhirnya mulailah Ia mernbangun mimpi sedikit demi sedikit dengan membuat film cerita pendek, Demikan dikatakan Pimpinan Sanggar Seni Rimpu Yogyakarta, Agus Bambang Sambima, di Yogyakarta pekan lalu.

Agus yang asli dari Bima NTB ini, mulai memberanikan diri membuat film, meskipun kamera yang digunakan masih kamera standar, Agus mengajak semua anggota sanggar terlibat dalam pembuatan film tersebut, karena tema yang diusung tidak jauh dari aktifitas sanggar Rimpu. Ceritanya pun dikemas sedemikian rupa agar adat dan Seni Budaya Suku Mbojo ikut ditampilkan.

Alkisah, Agus rupanya sudah gak sabaran memulai ceritanya, simak ya... Seorang wanita cantik, anggun dan santun. Aura kecantikan wanita itu kian terpancar manakala Ia menghias dirinya dengan memakai busana Rimpu. Kabar wanita cantik tersebut tersebar diseluruh jagad kampung, Para pemuda berlomba-lomba menaklukkan hatinya, tidak ketinggalan 2 (Dua) pemuda jagoan yang amat gagah dan perkasa jatuh cinta pada wanita yang sama.

Persaingan memperebutkan wanita itu kian memanas, dua pemuda saling unjuk kehebatan maka tak ayal keduanya saling menantang. Siapa yang menang dialah yang berhak mepersunting wanita yang jadi rebutan tersebut. Ahirnya disepakatilah hari, tanggal dan waktu mereka bertarung.

Sesuai hari yang telah ditentukan, disaksikan ribuan mata memandang, pertarungan sengitpun terjadi, Aksi bela diri kedua pemuda mengundang decak kagum. Penonton pun kian terkagum-kagum ketika kedua petarung itu saling beradu kepala, saling menyeruduk dengan keras. Pertarungan itu pun kian menarik diringi alunan musik tradisional yang merdu, hingga penonton jadi lupa siapa jagoan yang bakal memenangkan pertarungan yang memang sengaja dikemas dalam cerita seni beladiri masyarakat Bima yang lebih dikenal dengan nama Mpaa Gantao (Permainan Adu Kepala).

Banyak hal, banyak makna dan hikmah yang dapat kita petik dalam film karya pemuda pemudi Bima ini, mereka sengaja mengangkat seni budaya sebagai bentuk cintanya yang kuat akan seni budaya Mbojo. Sebuah dedikasi yang amat luar biasa yang sepatutnya kita apresiasi. Film ini dalam tahap editing oleh kawan-kawan Sanggar Seni Rimpu Yogyakarta, jadi harap sabar menunggu tayangnya. (AB)

abunawarbima@gmail.com

Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA