BIMA-DOMPU NTB, GELAR FESTIVAL RIMPU


Presenter cantik asal Bima NTB De Tary, mengatakan bahwa Budaya rimpu mulai dikenal sejak masuknya Islam di Bima - Dompu yang dibawa oleh tokoh-tokoh agama Islam dari tanah Gowa Makassar. Meskipun masyarakat Gowa sendiri tidak mengenal budaya rimpu. Jadi rimpu, merupakan hasil karya budaya perempuan Bima - Dompu yang menjunjung tinggi ajaran Islam bahwa kaum perempuan yang sudah aqil balik diharuskan menutup aurat dihadapan yang bukan muhrimnya, maka jadilah rimpu sebagai busana penutup aurat.

Ada dua jenis Rimpu yang biasanya dikenakan: Pertama adalah 'Rimpu Mpida', Seperti rimpu yang saya pake ini, kata De Tary sembari action dengan rimpunya, jadi jangan salah kaprah antara rimpu mpida dengan rimpu colo, ucapnya.

Rimpu mpida biasanya dikenakanoleh perempuan yang belum menikah, maka rimpu mpida harus menutup semua bagian wajahnya, terkecuali mata, jadi yang terlihat hanya matanya saja. Kedua 'Rimpu Colo' adalah rimpu yang dikenakan perempuan yang sudah menikah, diperbolehkan semua bagian wajahnya terbuka, jelasnya.

Lebih lanjut Tary mengatakan, Makna yang terkandung pada Budaya Rimpu, menandakan kemajuan pola fikir masyarakat Bima - Dompu dalam menjaga harga diri, mereka sadar bahwa perempuan adalah makhluk mulia yang diciptakan oleh Allah SWT yang memiliki keistimewaan yang luar biasa dibandingkan dengan kaum pria. Namun, di balik keistimewaan tersebut ternyata banyak perintah dan larangan Allah, salah satunya adalah menjaga dan menutup aurat, tegasnya.

Mengapa harus menutup aurat?
Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting dan anda semua pasti tau jawababnya, jadi? #SaveRimpu Ok  (AB)

#saverimpu #pawairimpujakarta2018 

#budayambojo #bimadompu #budayaindonesia
Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA