CEGAH ANCAMAN KONTEMPORER


Tentara Nasional Indonesia harus bergerak cepat untuk mentransformasi diri menjadi organisasi yang profesional, modern, tangguh, berjiwa satria, militan, dan loyal. Semua itu disatukan dalam kemanunggalan dengan rakyat sehingga mampu merespons dan menyikapi berbagai bentuk ancaman kontemporer yang mengemuka saat ini dan ke depan.

Demikian penegasan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2018, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, kemarin.

Selanjutnya, Hadi menyampaikan bahwa dinamika perubahan strategis yang sedemikian cepat telah menghadirkan berbagai bentuk ancaman kontemporer yang bersifat asimetris proxy dan hibrida yang semakin mengemuka dan sulit diprediksi.

Menurutnya, tema Rapim TNI Tahun 2018, yakni Dengan dilandasi jiwa kesatria militan, loyal, profesional, modern, dan kemanunggalan dengan rakyat, TNI siap melaksanakan tugas pokok, sejalan dengan fenomena global yang menghadirkan berbagai bentuk ancaman nyata yang sedemikian sulit diprediksi.

Di hadapan 253 peserta rapim yang terdiri atas 55 pejabat Mabes TNI, 54 pejabat TNI-AD, 43 pejabat TNI-AL, 28 pejabat TNI-AU, dan 73 pejabat di luar struktur TNI, Hadi menuturkan bahwa rapim kali ini merupakan kelanjutan Rapim TNI-Polri Tahun 2018 yang telah dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Januari 2018.

"Banyak hal penting dan strategis dari deskripsi berbagai materi pembekalan yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden, para menteri Kabinet Kerja, Kapolri, dan kepala badan, serta kelembagaan lainnya," paparnya.

Menurutnya, berbagai hal tersebut perlu direspons dan disikapi melalui pemikiran yang cerdas, kreatif, inovatif, serta lebih adaptif melalui optimalisasi peran TNI. Hal itu perlu dirumuskan bersama mengenai formulasi efektif yang mampu menjawab tuntutan dan tantangan tugas TNI saat ini dan ke depan.

Di sisi lain, Panglima TNI mengatakan hal mendasar yang substansial untuk dicermati secara cerdas dan bijak dalam menyongsong tahun politik, yakni mewujudkan soliditas dan sinergitas TNI-Polri serta seluruh stakeholder lainnya. "Hal itu penting untuk mendukung suksesnya Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019, serta terjaganya integritas NKRI," tegasnya.

Semakin solid

Sebelumnya, saat membuka Rapim TNI-Polri, Presiden Jokowi mengharapkan TNI dan Polri tetap menjaga soliditas. Presiden menilai soliditas TNI dan Polri saat ini semakin baik, dari perwira hingga tamtama. "Pak Presiden mengharapkan tetap terjalinnya soliditas TNI yang saat ini sudah bertambah baik, dari yang baik tambah baik," ujar Panglima TNI seusai mendengar pengarahan Presiden, Selasa (23/1).

Karena dilihat di lapangan, kata dia, seluruh perwira, bintara, dan tamtama bisa menunjukkan eksistensinya berbaur bersama TNI dan Polri.

Sebelumnya, Marsekal Hadi ketika masih merangkap Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) mengajak Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAD Jenderal Mulyono, dan KSAL Laksamana Ade Supandi menjajal pesawat Sukhoi SU-30 MK 2 milik TNI-AU, disertai pemberian brevet wings, tanda penerbang kehormatan kepada Kapolri, KSAD, dan KSAL.(P-3) - MI.
Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA