MENGGAPAI MIMPI


Orang tua mana yang tidak bahagia dan bangga melihat jenjang pendidikan anaknya memenuhi kriteria sesuai dengan keinginan maupun harapan orang tua, namun tidak dipungkiri, masih banyak orang tua yang cenderung memaksakan kehendaknya pada anak-anak mereka.

Memang tidaklah salah, jika setiap orang tua selalu berharap dan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak-anaknya, akan tetapi jadilah orang tua yang bijak yang hanya mengarahkan, bukan memaksakan. Jika dipaksakan, justru sang anak akan terbelenggu dalam pilihan orang tua sendiri, padahal, setiap anak berhak menentukan arah dan tujuan kehidupannya sendiri.

Hal itulah yang mendasari pemikiran Imran Said, maka buah kesabarannya dalam membimbing, mendidik dengan kedisiplinan tinggi berbuah manis, anak semata wayangnya, Reza berhasil dilantik menjadi Taruna Akpol angkatan 2017 di Semarang (02/11/2017), Reza mampu menunjukan jati dirinya ditengah persaingan yang sangat ketat dengan ribuan pemuda-pemudi seluruh Indonesia lainnya dalam seleksi masuk Taruna Akpol tersebut.

Imran, Alumni SMAN1 Bima ini mengakui bahwa, Dulu Ia pernah bercita cita ingin menjadi Taruna AKABRI, dua kali Ia mencoba mengikuti seleksi namun dua duanya gagal total. Rupanya keinginannya tersebut terjawab melalui putra kesayangannya Reza, Alkhandulillah Tuhan memenuhi cita-cita saya melalui Reza, tegasnya.

Dirinya, lanjut Alumni FE Universitas Mataram ini, sama sekali tidak memaksakan agar anaknya masuk Taruna ABRI, namun dalam hatinya yang paling dalam, jujur mengakui selalu berharap dan berdo’a agar cita-citanya yang gagal dulu itu akan berhasil melalui putranya dan ia sangat memahami bahwa untuk menjadi Taruna Akpol bukan hal mudah, itulah sebabnya, dari awal ia sudah mengembleng anaknya dengan kedisiplinan tinggi. “Orang tua harus memahami kemana arah, minat dan bakat anak-anaknya untuk dibimbing atau diarahkan dengan benar, jelasnya

Pada kesempatan yang sama Reza mengakui, Pada mulanya tidak pernah terlintas di benaknya untuk masuk Taruna Akpol, ia justru bercita-cita ingin menjadi dokter dan pilot, tetapi mungkin ini sudah kehendak Tuhan dan saya merasa bangga, cita-cita lama yang terpendam pada ayahnya, berhasil melalui dirinya.

Lebih lanjut Reza mengatakan, Dukungan orang tua, keluarga, guru dan sahabat-sahabat dekatnya memicu semangat Reza untuk bisa masuk Tauna Akpol. Reza sadar dan sangat menyadari bahwa peraturan yang sangat ketat dan disiplin tinggi menjadi Taruna Akpol adalah tantangan berat tetapi ia merasa optimis dan akan mampu melewatinya, Do’akan saya ya Om dan titip salam buat semua-semua, pungkas Reza (AB). 

Penulis: Abunawar Bima

Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA