MEMAKNAI HARI SUMPAH PEMUDA


Perjuangan dan kebulatan tegad para pemuda hingga lahirlah Sumpah Pemuda yang di ikrarkan pada Kongres Pemuda II, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta), tak pernah lekang oleh waktu, kini umurnya telah mencapai 89 tahun (1928-2017), ibarat umur manusia, adalah umur yang sudah tua atau uzur. Umur Sumpah Pemuda boleh tua, akan tetapi semangat kebangsaan dan persatuan yang terpatri dalamnya tak boleh kendur, sayangnya semangat itu kian tergerus oleh waktu. 

Makna persatuan dan kesatuan mulai pudar, terbukti masih sering terjadinya tawuran para pelajar, mahasiswa, tawuran pemuda antar desa, membuat kita bertanya-tanya mengapa bangsa ini menjadi bangsa yang sakit, mudah terprovokasi? Permasalahan kecil bisa memicu menjadi besar karena tidak ada yang saling mengalah, saling ngotot dan merasa diri paling benar dan pintar. Sosial media pun dijadikan ajang untuk hal-hal tersebut, sehingga berdampak buruk jika dibiarkan terus menggunakan sosial media yang tidak santun dan bijak.

Mananggapi hal tersebut, Calon Wali Kota Bima 2018-2023 Ir.H.Sutarman H.Masrun,MM mengatakan, Sumpah Pemuda adalah tonggak sejarah, sebagai cikal bakal lahirnya Kemerdekaan Republik Indonesia. Dulu, pemuda Indonesia tertatih-tatih menegakkan kemerdekaan, berjuang dengan tetesan darah bahkan rela berkorban jiwa demi merebut tanah air dari tangan penjajah.

Lebih lanjut Sutarman mengatakan, Anak muda Indonesia saat ini berada pada era kemajuan teknologi seperti sosial media yang sepertinya tidak ada lagi sekat antara ruang dan waktu. Melalui sosial media, persatuan sebenarnya menjadi lebih mudah ditemui, sayangnya kemudahan itu malah sering terjadi perbedaan pendapat, bahkan saling menghujat hingga memicu perpecahan.

Sutarman menegaskan, Generasi muda hendaknya mengingat kembali sumpah para pemuda di zaman dulu. Sebab, inti dari isi sumpah pemuda adalah bersatu dalam satu kebulatan tekad untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara, dengan demikian diharapkan para pemuda, bisa memahami hingga berprilaku santun dan bijak menggunakan sosial media, tidak terpancing apalagi ikut meyebarkan isu-isu yang memecah belah NKRI. Selamat memperingati 89 tahun Hari Sumpah Pemuda (28/10/2017). Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia, Merdeka! NKRI Harga Mati, pungkasnya. (AB)



Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA