GP3SN RESMI SERAHTERIMAKAN DANA RP.300 JUTA


Sebagai wujud kepeduliannya untuk tanah kelahirannya, Kota Bima tercinta, para tokoh Bima yang ada di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) yang tergabung dalam Gerakan Peduli Percepatan Pembangunan Sigi Na'E (GP3SN) membuktikan komitmen mereka.

Senilai Rp300.000 uang hasil pengumpulan dari donatur dan Hamba Allah yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya dalam mempercepat pembangunan Mesjid Agung Al Muwahidin Bima yang direnovasi sejak belasan yang lalu itu.

Selama satu setengah tahun atau terhitung sejak didirikannya tahun 2015 lalu berdasar kekuatan hukum yang telah di SK-kan langsung oleh Yayasan Al-Muwahiddin. Sore hari tadi (Sabtu, 15 April 2017), setidaknya tidak orang perwakilan dari GP3SN langsung menyerahkan secara tunai uang Rp300 juta kepada pihak Yayasan Al Muwahidin Bima.

Ketua Umum GP3SN adalah Drs. H. Dudi Fachrudin yang langsung datang ke Kota Bima dalam kegiatan penyerahan dana milik Mesjid Agung ini berharap agar langkah dan semangat mempercepat pembangunan Mesjid Agung Al Muwahiddin Bima menjadi kepedulian kolektif rakyat Bima yang ada di mana saja.

Sebab, menurutnya, dalam sebuah daerah Kota Madya yang bernafaskan kebudayaan ketimuran Islami, perlu ada mascot atau identitas seperti bangunan yang memperkenalkan karakter sebuah daerah.

"Di Kota Bima, yah mascot itu adalah Mesjid Agung ini. Untuk itu, penyelesaian percepatan dan memegahkan mesjid kebanggaan masyarakat khususnya di Kota Bima sebagai Mascot daerah adalah kepedulian kita semua," ungkap Konsultan Sukses yang kini menetap di Ibukota Negara itu, Sabtu sore tadi.

Dudi mengatakan, penyerahan bantuan ini perlu ditegaskan bahwa tak ada kaitannya dengan hal atau berbau politik. Ini murni kegiatan amal, sosial dan sebagai stimulan dalam merangsang kepedulian semua pihak terhadap Mesjid Agung Al Muwahidin Bima, yang kesannya 'ditelantarkan' pembangunannya selama ini.

"Saya tegaskan bahwa GP3SN jauh dari kepentingan politik. Ini murni sebagai bentuk pengabdian warga bima yang merantau di luar daerah dan sebagai baktinya terhadap tanah kelahiran secara kolektif dan bersama-sama," tandas Dudi.

Ia pun menegaskan, dalam dana hasil pengumpulan senilai Rp300 juta itu, tidak ada sepeser rupiah pun yang dipotong sebagai keperluan akomodasi, transportasi, pajak atau penarikan bentuk operasional lainnya.

"Rp300 juta itu murni sumbangan para donatur dan tidak ada dipotong untuk kebutuhan operasional lainnya. Dan dari donatur, ada juga satu dua orang warga di luar daerah bima, jaringan dari pengurus GP3SN yang peduli dan menyisihkan sebagian rezekinya," tutup Dudi yang mengaku besok harus kembali balik ke Jakarta, lantaran tugas dan pekerjaan yang menantinya. (RED) METROMINI/Agus Mawardy​
Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA