PELEMAHAN NKRI MELALUI NARKOBA SEMAKIN NYATA


Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso berbicara blak-blakan soal penyalahgunaan narkoba dan kuatnya pengorganisasian barang haram ini di setiap negara.

Menurut Budi, Indonesia sebagai negara besar saat ini menjadi perhatian dunia. Hasil diskusi BNN dengan pihak TNI, sudah ada indikasi upaya pelemahan NKRI, pelemahan generasi muda Indonesia melalui narkoba.

"Ada 11 negara di dunia yang secara terus menerus memasok narkoba ke Indonesia. Dan kita sudah berupaya untuk memerangi, memutus mata rantai di negara-negara tersebut, namun upaya itu selalu gagal," ujarnya.

Dengan Malaysia dan Singapura, Budi menyontohkan, kerja sama yang dijalin dengan kedua negara itu untuk memutus mata rantai perdagangan narkoba ke Indonesia, selalu gagal. Indonesia memiliki pangsa pasar yang besar. Ada banyak negara yang memasok narkoba ke Indonesia melalui Malaysia dan Singapura.

Kerja sama dengan negara-negara tersebut sebagai pemasok tidak pernah berhasil. "Terutama Malaysia dan Indonesia, narkoba dari berbagai negara biasanya singgah di kedua negara ini," ungkapnya.

Sementara itu Australia, yang hanya kemasukan narkoba sebanyak 7 kilogram protesnya sangat keras ke Indonesia. Mereka menuduh Indonesia sebagai pemasok narkoba ke Australia.

"Padahal kita juga yang menjadi tempat pemasaran berton-ton narkoba biasa-biasa saja. Ini aneh," ujarnya. Namun diakui Budi, dari hasil penyelidikan narkoba itu dipasok dari Bali dan Yogyakarta ke Australia.

Pasar narkoba di Indonesia, ujarnya, sudah merambah sampai tingkat RT. Tidak satu pun, ujar Budi, RT di Indonesia yang luput dari jual beli narkoba.

Hal yang sama juga di Lapas. "Di Lapas sekarang kita sadap, tetapi mereka sudah menggunakan alat antisadap. Lalu kita jammer, agar mereka tidak bisa berkomunikasi keluar, mereka juga menggunakan alat antijemmer," ungkap mantan Kabareskrim Polri ini.

Budi juga menegaskan bahwa pasarnya narkoba di Tanah Air sudah merata di mana-mana. Tidak mengherankan jika transaksi narkoba di Indonesia sudah mencapai Rp 72 triliun pertahun. (OL-4)

Sumber : Media Indonesia.
Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA