MISTERI DIBALIK BANJIR BANDANG BIMA - BAG. 2



Banyak hal tersingkap, Ada banyak fakta yang terungkap dibalik bencana Banjir kota Bima beberapa waktu yang lalu. Sesungguhnya Allah SWT telah menunjukan KebesaranNya dan hanya manusia-manusia yang sabar dan pandai bersyukur yang dapat memahami, memaknai dan mencermati atas bencana yang terjadi dan menimpanya.

Pada tulisan sebelumnya baca disini, telah di singgung soal debit atau volume air banjir, Gerakan masif warga Dompu dan daya hancur yang minim korban jiwa. Pada tulisan kedua ini, ingin menunjukan fakta yang mungkin tidak dapat dipungkiri karena kerap kita mengalami, melihat dan merasakan namun sering tidak menyadarinya, seperti fakta yang terjadi pada Masjid, Mushola dan ladang pertanian yang ditanami Padi.

Kehancuran 
 yang meluluhlantahkan sebagian besar Sarana dan prasarana serta pemukiman Masyarakat Kota Bima akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu, sejatinya Masjid dan Mushola juga akan ikut hancur, Nyatanya dari sejumlah Mushola dan Masjid yang ada di Kota Bima tidak mengalimi kerusakan, tetap berdiri tegak tanpa kerusakan yang signifikan, meskipun ada, hanya beberapa yang pagarnya rubuh tapi bisa dihitung dengan jari.

Salah satu Masjid yang tetap berdiri kokoh tersebut adalah Masjid Kuno yang berada di Kampung Melayu Kota Bima. Masjid Kuno yang menjadi 'saksi' sejarah tersebut, secara kasat mata seharus sudah rubuh karena bangun Masjid ini hanya menggunakan bahan sederhana dengan tiang-tiang penyangga dari kayu yang sudah rapuh termakan usia. Padahal, bangunan-bangunan milik masyarakat sekitarnya yang terlihat kokoh dengan pondasi batu dan coran semen beton cukup kuat dan tangguh nyatanya malah rubuh. Kenapa?

Selain Masjid atau Mushola yang tidak mengalami kerusakan yang signifikan, ada juga Tanaman padi yang rata-rata baru berumur seminggu hingga sebulan, hingga saat ini masih terlihat tumbuh tegak. Jikapun ada yang rusak tergerus, itupun bisa dipersenkan sekitar 5-20% dari luas lahan persawahan. Padahal, jika diukur antara kekuatan akar padi yang baru tumbuh dengan pondasi bangunan rumah, jembatan, tembok maupun pohon-pohon yang tinggi menjulang, semuanya hanyut dan tumbang. Mengapa?

Fenomena tanaman padi ini dapat dilihat pada persawahan antara Keluarahan Sadia, Manggemaci, Santi, Penaraga, Lewirato (belakang SMUN 2 Kota Bima), Dodu, Rabangodu, di Jalan Ir. Sutami, Jalan Sudirman ataupun di Jatiwangi, Jatibaru maupun di belakang kantor Kecamatan Asakota.

Kebesaran-kebesaran yang ditunjukan itu adalah sebuah Mukzizat yang patut kita syukuri tetapi juga menjadi Pengingat, Petunjuk dan Fakta yang harus didalami kenapa semua itu terjadi? Allah SWT selalu punya rencana dibalik semua musibah, Ada Hikmah yang bisa dipetik. Termasuk Gerakan 'Musuh Bersama' pada siapa-siapa saja yang merusak, mengeksploitasi serta menjarah pohon-pohon Hutan Lindung Negara maupun Hutan pribadi dari tuan tanah yang serakah dan membabibuta membabat Bumi.

Penulis : Rangga Babuju
Editor : Abunawar Bima
Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA