MENSOS: TANGGAP DARURAT BANJIR BIMA DIPERPANJANG


Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (10/1). Dalam kunjungan kerja kali kedua tersebut, Mensos akan mengecek proses pemulihan pascabanjir bandang yang melanda Bima, pada Rabu (21/12/2016) dan Jumat (23/12/2016). Hal itu dilakukan setelah tanggap darurat yang seharusnya berakhir pada 5 Januari diperpanjang hingga 19 Januari.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, banjir besar yang terjadi di Kota Bima telah mengakibatkan 105.758 jiwa terdampak di 5 Kecamatan (33 kelurahan). Lima kecamatan tersebut yakni Rasanae Timur, Mpuda, Raba, Rasanae Barat, dan Asakota.

Adapun di Kabupaten Bima, dampak banjir menyebabkan 608 jiwa terdampak di tiga kecamatan yakni Sape, Wawo, dan Ambalawi.

Tercatat jumlah pengungsi di Kabupaten Bima mencapai 134 pengungsi. "Kemensos telah menyalurkan tiga jenis bantuan dalam penanganan banjir bandang di Bima, yaitu logistik, jaminan hidup, dan santunan. Totalnya Rp6,9 miliar," ungkap Mensos, Selasa (10/1).

Terkait dukungan psikososial, Khofifah menjelaskan bahwa hal tersebut terus diberikan kepada para korban banjir. Sasaran utamanya yakni anak-anak, lansia, dan wanita dewasa. Dengan harapan, mereka tidak mengalami trauma berkepanjangan dan melanjutkan hidup dengan penuh semangat.

Adapun jenis layanan dukungan psikososial yang diberikan yaitu team building, trauma healing, konseling, terapi spritual, terapi kecemasan, bermain, olahraga, melatih konsentrasi belajar, dan membuat berbagai kerajinan tangan. "Dukungan psikososial telah diberikan kepada kurang lebih 1.693 anak dan 580 keluarga," jelas Mensos.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat mengatakan kementeriannya memfokuskan kegiatan pada tahap pemulihan menyusul diperpanjangnya masa tanggap darurat banjir bandang di Kota Bima. Seharusnya tanggap darurat berakhir 5 Januari, namun melalui Surat Keputusan Walikota Bima Nomor 3 Tahun 2017 diperpanjang hingga 19 Januari 2017.

Ada lima poin kegiatan utama selama perpanjangan masa tanggap darurat ini. Pertama, kata Harry, Kemensos mengoptimalisasi dapur umum dengan memusatkan pelayanan hanya di Kantor Walikota Bima. Tujuannya agar lebih fokus melayani pengungsi yang masih ada di pengungsian dan mengurangi ketergantungan pengungsi.

Selanjutnya memastikan korban yang rumahnya rusak berat/hanyut memeroleh jaminan hidup, peralatan rumah tangga, dan pembangunan rumah. Total jaminan hidup yang telah diberikan Kemensos yakni senilai Rp1,32 miliar.

Ketiga, Kemensos melakukan assesment bagi masyarakat yang masih tinggal di pengungsian. Berikutnya, optimalisasi gerakan kerelawanan sosial untuk bakti sosial pembersihan lingkungan rumah, sarana pendidikan, kesehatan, dan fasilitas sosial.

Terakhir melakukan rotasi anggota Taruna Siaga Bencana dengan mengerahkan dari kabupaten terdekat dengan Kota Bima.(OL-3)

Sumber : Media Indonesia.
Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA