KORBAN BANJIR BIMA TERIMA UANG JAMINAN HIDUP


Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan dana jaminan hidup (jadup) untuk 1.335 jiwa atau 381 kepala keluarga korban banjir Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Penyerahan jadup dilakukan di Kantor Wali Kota Bima, Selasa (10/1). 

“Dihajatkan untuk meringankan beban warga, menopang hidup mereka sehari-hari,” kata Mensos Khofifah Indar Parawansa pada acara penyerahan bantuan jadup di Kantor Wali Kota Bima, selasa (10/1). Wali Kota Bima, Qurais H Abidin ikut menyaksikan penyerahan bantuan dari pemerintah.

Nilai jadup sebesar Rp10 ribu per hari per jiwa untuk masa pemulihan selama tiga bulan sehingga setiap penerima jadup mendapatkan Rp900 ribu. Total alokasi Kementerian Sosial untuk bantuan jadup sebesar Rp1.201.500.000. 

Dengan adanya bantuan jadup, Mensos berharap bisa meringan­kan beban hidup warga sehari-hari selama masa pemulihan pascabencana. Selain jadup, bantuan lain yang diberikan bagi warga yang rumahnya hanyut atau rusak berat ialah bantuan sosial logistik berupa kompor gas, peralatan dapur, dan peralatan kebersihan dengan nilai total Rp1.054.421.310.

Mensos juga melakukan pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dengan penerima sebanyak 196 kepala keluarga. Ia berharap para penerima PKH memanfaatkan dana untuk biaya pendidikan anak. Pada bagian lain, dalam waktu tiga bulan ke depan, sebanyak 143 jiwa di Dusun Cimeong, Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat , harus direlokasi ke tempat aman karena lokasinya rawan pergerakan tanah.

Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin mengatakan relokasi itu atas permintaan Bupati Kuningan. Saat ini tim dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi Kementerian ESDM sedang meneliti pergerakan tanah di Dusun Cimeong. 


Di Sumatra Barat, jalur alternatif Padang-Bukittinggi melalui Jalan Sicincin-Malalak yang masih tertimbun longsor, diperkirakan baru bisa dilalui satu minggu ke depan.Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, menjelaskan ada 11 titik longsor di wilayah itu yang kini masih dibersihkan. Longsor terparah antara Jorong Bancah dan Pintu Angin Keca­matan IV Koto Kabupaten Agam. (/YR/UL/YH/N-3)

Sumber : Media Indonesia.
Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA