KEMENSOS FOKUS PEMULIHAN PASCABANJIR BIMA


Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Bima, NTB, Selasa (10/1). Dalam kunjungan kerja kali kedua tersebut, Mensos mengecek langsung proses pemulihan pasca banjir bandang yang melanda Bima, Rabu pekan lalu.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, banjir besar yang terjadi di Kota Bima telah menyebabkan 105.758 jiwa terdampak di 5 Kecamatan (33 kelurahan) dan 104.378 jiwa yang mengungsi. Lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Rasanae Timur, Kecamatan Mpunda, Kecamatan Raba, Kecamatan Rasanae Barat, dan Kecamatan Asakota. Sementara di Kabupaten Bima, dampak banjir menyebabkan 608 jiwa terdampak di tiga kecamatan yakni Kecamatan Sape, Kecamatan Wawo, dan Kecamatan Ambalawi. Tercatat jumlah pengungsi di Kabupaten Bima mencapai 134 pengungsi.

“Kemensos telah menyalurkan tiga jenis bantuan dalam penanganan banjir bandang di Bima, NTB yaitu bantuan logistik, bantuan jaminan hidup, dan santunan. Totalnya Rp. 6,9 miliar,” ungkap Mensos, Selasa (10/1).

Terkait dukungan psikososial, Khofifah menjelaskan bahwa hal tersebut terus diberikan kepada para korban banjir. Sasaran utamanya yakni anak-anak, lansia, dan wanita dewasa. Dengan harapan, mereka tidak mengalami trauma berkepanjangan dan melanjutkan hidup dengan penuh semangat.

Adapun jenis layanan dukungan psikososial yang diberikan yaitu team bulding, trauma healing, konseling, terapi spiritual, terapi kecemasan, konsentrasi belajar, dan membuat berbagai kerajinan tangan. Menurut Mensos, dalam jangka panjang korban bencana tersebut memerlukan penanganan pasca trauma atau Post Trauma Disorder (PTSD). “Dukungan psikososial telah diberikan kepada kurang lebih 1.693 anak dan 580 keluarga”, jelas Mensos.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat mengatakan Kementerian Sosial memefokuskan kegiatan pada tahap pemulihan menyusul diperpanjangnya masa tanggap darurat banjir bandang di Kota Bima. Seharusnya tanggap berakhir 5 januari, namun melalui Surat Keputusan Walikota Bima Nomor 3 Tahun 2017 diperpanjang hingga 19 Januari 2017.

“Ada lima poin kegiatan utama selama perpanjangan masa tanggap darurat ini. Keseluruhan fokus pada pemulihan”, katanya.

Pertama kata dia, Kemensos melakukan optimalisasi dapur umum dengan memusatkan pelayanan hanya di Kantor Walikota Bima. Tujuannya agar lebih fokus melayani pengungsi yang masih ada di pengungsian dan mengurangi ketergantungan pengungsi.
Selama penanganan korban banjir Bima, Tim Kemensos mengelola 15 dapur umum. Dua titik dapur umum lapangan yang dikelola Kemensos berada di Kantor Walikota Bima dan Mesjid Baru Bima di Kelurahan Tanjung. Hingga 9 Januari 2017, keseluruhan dapur umum tersebut telah memproduksi sebanyak 40.231 nasi bungkus yang didistribusikan ke seluruh titik pengungsian.

Kedua, lanjut Harry, memastikan korban yang rumahnya rusak berat/hanyut memperoleh jaminan hidup, peralatan rumah tangga, dan pembangunan rumah. Total jaminan hidup yang telah diberikan Kemensos yakni senilai Rp. 1,32 miliar dengan rincian Rp. 1,2 miliar kepada 1.335 jiwa di Kota Bima dan Rp. 120,6 juta kepada 134 jiwa di Kabupaten Bima. Masing-masing jiwa memperoleh Rp. 900 ribu untuk tiga bulan. “Sedangkan untuk santunan korban telah disalurkan senilai Rp. 85 juta. Rinciannya santunan 4 korban meninggal masing-masing Rp. 15 juta dan santunan 10 korban luka berat masing-masing Rp. 2,5 juta”, terangnya.

Ketiga, Kemensos melakukan – Assesment – bagi masyarakat yang masih tinggal di pengungsian.

Keempat, optimalisasi gerakan kerelawanan sosial untuk bakti sosial permbersihan lingkungan rumah, sarana pendidikan, sarana kesehatan, dan fasilitas sosial. Dan,

Kelima, melakukan rotasi anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan mengerahkan dari kabupaten terdekat dengan Kota Bima”.

Harry menambahkan dalam penanganan korban banjir Bima, Kemensos menggerakan unit kerja di lingkungan Kemensos seperti Tagana, Sakti Peksos, STKS Bandung, Pendamping PKH, dan Tim Reaksi Cepat. Kemensos juga bekerjasama dengan 13 NGO antara lain Rumah Zakat, Baznas, LPAI, Bulan Sabit Merah, PMI, PKPU, Dompet Dhuafa, Kosambo (Komunitas Salaja Mbojo), Plan Indonesia, Babuju Care Centre, LPA NTB, IKBD (Ikatan Keluarga Bima Dompu) - Maluk, dan MDMC. (*)

*Biro Hubungan Masyarakat*
*Kementerian Sosial RI*
Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA