BANDAR NARKOBA SASAR ANAK-ANAK TK


BADAN Narkotika Nasional (BNN) saat ini menangani kasus narkoba yang korbannya anak-anak TK. Beberapa sekolah TK di Jakarta sudah menjadi korban. Pengedar sengaja menjejali para murid TK itu dengan jajanan.

“Mereka tidak sadar bahwa yang di­konsumsi itu ialah narkoba. Dipastikan, saat mereka berusia SD atau SMP, sudah jadi pengedar dan pengguna. Ini modus. Awalnya gratis, lama-lama jadi pemakai dan pengedar,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso pada pengukuhan ribuan pecalang menjadi relawan Pencegahan dan Pem­be­rantasan Penyalahgunaan dan Per­edaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kantor Gubernur Bali, kemarin.

Hadir pada acara tersebut Kepa­la BNN Provinsi Bali I Putu Gede Suas­tawa dan Gubernur Bali Made Mang­ku Pastika. Menurut I Pu­tu Gede Suastawa, dari 5.970 pecalang yang ada, hanya 1.359 orang yang ditunjuk menjadi relawan P4GN.

Lebih lanjut, Budi Waseso mengatakan ada yang ingin menghancurkan Indonesia dengan cara menyasar para remaja dan anak-anak yang merupakan genera­si penerus bangsa. “Jika generasi pe­nerus sudah rusak, negara ini akan hancur,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Dari peredaran narkoba yang jumlahnya berton-ton di 11 negara dengan 72 jaringan internasional, tambahnya, di Indonesia-lah konsumsi terbesar.

Jaringan narkoba internasional itu bersaing merebut pasar Indonesia. Budi juga menyinggung fenomena penggunaan narkoba di kalangan pilot. Menurut Budi, dalam hampir seluruh kecelakaan pesawat di Indonesia, hasil pemeriksaan menunjukkan pilotnya positif narkoba.

“Beberapa tahun lalu, pesawat Lion Air yang mendarat di laut dekat ujung landasan Bandara Ngurah Rai, ternyata pilotnya berhalusinasi bahwa landasan pacu di bandara itu sangat lebar dan panjang sampai ke laut. Kasus terakhir pilot Citilink di Surabaya dan dua pilot Susi Air terindikasi menggunakan narkoba,” tambahnya.

Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah, Kabag Humas BNN Ko­misaris Besar Slamet Pribadi mengatakan, dalam kurun waktu 2011 sam­pai Januari 2017 telah diungkap enam kasus pilot ataupun awak kabin ke­dapatan menggunakan narkoba.

Di sisi lain, penangkapan terkait dengan narkoba juga terjadi di Purwokerto dan Banyumas, Jawa Tengah, serta di Makassar, Sulsel. Di Depok, peredaran narkoba juga dilaporkan meningkat. (Mal/OL/LD/MS/KG/X-7)

Sumber : Media Indonesia.
Share this article :

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA